MERINGGRIS: Grammar
Update
Loading...
Showing posts with label Grammar. Show all posts
Showing posts with label Grammar. Show all posts

Sunday, 23 February 2020

Apa Fungsi SIMPLE PRESENT TENSE?


MERINGGRIS - Hello there! Postingan kali ini membahas tentang fungsi salah satu tenses, yaitu simple present. Tenses ini memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut:
  1. Fakta
  2. Kebiasaan
  3. Rencana yang terjadwal
Oke, agar lebih mudah memahaminya, silahkan perhatikan contoh-contoh di bawah ini.

Fakta
  1. I love chocolate.
  2. She has black hair.
  3. I am student.
  4. You are my friend.
  5. He is my uncle.
Kebiasaan
  1. I go to school at 6.30 AM.
  2. I study at SMAN 1 Bandung.
  3. He plays futsal every Saturday.
  4. It always rains here in December.
Rencana yang terjadwal
Disini kita bisa menggunakan Simple Present untuk membicarakan sesuatu hal yang akan terjadi di masa depan (future). Jika selama ini kita tahunya hanya Simple Future untuk membicarakan kejadian di masa depan, nah sekarang kalian jadi tahu, bahwa untuk beberapa kasus kita bisa cukup menggunakan Simple Present saja.

Kapan kita bisa menggunakan Simple Present untuk membicarakan suatu hal di masa depan (future) atau yang akan terjadi?
Yaitu pada hal-hal yang telah terjadwal (memiliki jadwal pasti). Misalnya, jadwal keberangkatan bis/kereta api/pesawat terbang, jadwal pelajaran, jadwal lomba, dll.
Jadi dalam konteks/situasi ini, kalian punya pilihan tenses lain yang bisa digunakan. Bisa menggunakan Simple Present atau Simple Future (menggunakan "will").

Beberapa kata yang sering digunakan dalam fungsi ini diantaranya:
begin, start, finish, arrive, leave, and end.

Oke, mari kita lihat beberapa contohnya agar lebih mudah memahaminya.
  1. The bus arrives in Jakarta at 7 PM. = The bus will arrive in Jakarta at 7 PM.
  2. The lesson ends at 1 PM. = Lesson will end at 1 PM.
  3. The competition starts next weekend. = The competition will start next weekend. 
Demikian, semoga bermanfaat. 😊

Referensi:
  1. https://en.oxforddictionaries.com/grammar/verb-tenses
  2. https://www.cambridge.org/grammarandbeyond/grammar-practice-activities/2015/03/describing-the-future-with-the-simple-present
  3. https://www.grammarly.com/blog/simple-present/
*
Silahkan tulis di kotak komentar di bawah jika ada yang masih ingin ditanyakan, dan jangan lupa di-share agar teman-teman kamu bisa ikut belajar bahasa Inggris.



==============================================
F O L L O W  O U R  S O C I A L  M E D I A
===============================================

Instagram: meringgris

Wednesday, 27 November 2019

Apa itu Noun?


MERINGGRIS - Hello there! Noun merupakan salah satu jenis kata. Dalam bahasa Indonesia sendiri artinya adalah kata benda. Kata benda bisa jadi adalah orang, hewan, tempat, benda mati, atau suatu konsep. Pada postingan kali ini kita akan bahas beberapa hal terkait Noun.


Jenis Noun

Noun sendiri bisa terbagi ke dalam beberapa jenis, diantaranya:

  1. Proper Noun
  2. Common Noun
  3. Abstract Noun 
  4. Concrete Noun 
  5. Countable Noun 
  6. Non-countable Noun 
  7. Collective Noun 
  8. Compound Noun
Terkait berbagai jenis noun ini, akan dibahas lebih mendalam pada postingan terpisah.
Back to Content

Contoh Noun


Orang (people) Teacher, Man, Woman, Mr. Jack, Youtuber
Hewan (animal) Tiger, Elephant, Lion, Rabbit, Chicken
Tempat (place) Mountain, Hospital, School, Bandung, London
Benda (thing) Laptop, Door, Window, Book, Pencil, Motorcycle
Konsep (concept) Love, Happiness, Fear, Religion, Knowledge
Back to Content

https://www.grammar-monster.com/lessons/pics/nouns.png

 Fungsi Noun Dalam Kalimat

Noun memiliki beberapa fungsi dalam sebuah kalimat, diantaranya yaitu sebagai subjek dan objek.

Noun sebagai Subject:
Bandung is my favourite city.
Kata "Bandung" pada kalimat di atas merupakan Noun yang berfungsi sebagai subjek kalimat.

Noun sebagai Object:
He loves cat.
Kata "cat" pada kalimat di atas merupakan Noun yang berfungsi sebagai objek kalimat.
Back to Content


Nah, setelah membaca dan mempelajari penjelasan di atas semoga kalian sudah paham apa itu noun yah. Jadi apa itu noun?

Noun adalah Kata Benda



Monday, 25 November 2019

Apa Itu Grammar?


MERINGGRIS - Siapapun yang belajar bahasa Inggris tentu sudah tidak asing lagi mendengar kata Grammar. Materi tentang grammar menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Namun, tahu kah kalian apa pengertian dari grammar itu sendiri?

Banyak pendapat dan referensi yang mengartikan tentang grammar bahasa Inggris itu sendiri. Berikut beberapa diantarnya:


Cambridge Dictionary 

(the study or use of) the rules about how words change their form and combine with other words to make sentences
Back to Content

Collins Dictionary

The ways that words can be put together in order to make sentences.
Back to Content

Linguistic Society of America 

For linguists, grammar is simply the collection of principles defining how to put together a sentence.
Back to Content

Britannica  

Rules of a language governing the sounds, words, sentences, and other elements, as well as their combination and interpretation.
Back to Content


Dari beberapa pengertian tentang grammar di atas, bisa kita simpulkan secara sederhana bahwa pada intinya...

Grammar adalah tentang aturan berbahasa (rules)

Dalam konteks belajar bahasa Inggris, grammar ya aturan berbahasa Inggris, bagaimana suatu kalimat dibentuk.

Mempelajari grammar adalah salah satu strategi agar seseorang bisa lancar atau fasih berbahasa. Karena dengan mempelajari hal tersebut, maka akan membantu kita memahami bagaimana suatu bahasa dibentuk dan digunakan, apalagi jika bahasa-baru yang sedang kita pelajari memiliki sistem/pola pembentukan kalimat yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Ya seperti bahasa Inggris ini.

Jadi, selamat belajar grammar, ya! 😃

Friday, 3 March 2017

Penggunaan Kata "WILL"?


MERINGGRIS - Dalam bahasa Indonesia "WILL" artinya "AKAN", penggunaannya dalam kalimat pun sangat mudah, sebagaimana kita menggunakan kata "akan" dalam percakapan.

Baik langsung saja, perhatikan contohnya:

Kita AKAN main Nintendo malam ini.
We WILL play Nintendo tonight.

Saya AKAN membeli buku.
I WILL buy a book.

Mereka AKAN mengunjungi museum besok.
They WILL visit museum tomorrow.
_ _

Dia tidak akan datang.
Dia mah gak bakalan dateng.

She WILL NOT come.
She WON'T come.

Aku GAK AKAN melakukan hal itu.
I WON'T do that.
_ _

WON'T = WILL NOT
artinya tidak akan; gak akan; gak bakalan.


Gampang kan? Jadi, untuk mengungapkan segala RENCANA atau hal yang AKAN kalian lakukan dalam B. Inggris, tinggal menggunakan kata "WILL" ini.

Semoga bermanfaat. 😀

So, what will you do tonight?

Tuesday, 21 February 2017

Penggunaan Pola Kalimat TOO ......... TO ..............


MERINGGRIS - Pola kalimat menggunakan TOO..... TO..... ini dalam B. Indonesia artinya TERLALU........ UNTUK........ Penggunaannya gampang banget kok. Baik, perhatikan contoh berikut.
The thief run TOO FAST TO CATCH by the police.
Pencuri itu berlari terlalu cepat untuk ditangkap sama polisi.
_ _ _ _ _
The tea was TOO HOT TO DRINK.
The bag is TOO HEAVY TO LIFT for me.
 _ _ _ _ _
What is he talking about? It is TOO HARD TO BE UNDERSTOOD.
Dia ngomong apaan sih? Terlalu sulit buat dipahami.
_ _ _ _ _

Aturan pembentukan pola kalimatnya yaitu
TOO + ADJECTIVE
(Contoh: Too hard, too hot, too cold, too small, too big, dsb...)

TO + VERB

(Contoh: To eat, to drink, to catch, to take, to sleep, dsb...)



Gampang kan? Sekarang, coba kalian yang latihan bikin kalimat dengan pola tersebut di kolom komentar.

Semoga bermanfaat. 😀

Wednesday, 8 February 2017

Penggunaan BECAUSE & BECAUSE OF


MERINGGRIS - Apakah selama ini kalian masih bingung bagaimana membedakan BECAUSE & BECAUSE OF? Baik, teruskan membaca tulisan ini, karena sebentar lagi Insya Allah kebigungan kalian akan berakhir... 😬
Pada dasarnya keduanya memiliki arti yang sama, yaitu KARENA, yang membedakan ada dalam penggunaan pada susunan kalimatnya.
Perhatikan contoh2 berikut yah:

My life has changed BECAUSE YOU ARE SO BEAUTIFUL.
My life has changed BECAUSE OF YOU.

-----
I'm sleepy BECAUSE THE TEACHER IS BORING.
I'm sleepy BECAUSE OF THE TEACHER.
-----

I hate it BECAUSE I CAN'T BUY IT.
I hate it BECAUSE OF THE PRICE.



See? Bisa menemukan perbedaannya kan? Ya, betul! Perbedaannya ada pada kata setelahnya.


BECAUSE diikuti dengan KALIMAT (Sebuah kalimat minimal terdiri dari Subyek+Verb).
BECAUSE OF diikuti dengan KATA BENDA (Noun).

Ok, saya kasih contoh sekali lagi yah...

BECAUSE you are so humble. (Because + kalimat)
(Karena kamu rendah hati)

BECAUSE OF you. (Because of + noun)
(Karena kamu)

Semoga bermanfaat.

Tuesday, 7 February 2017

Beda EVERY DAY dengan EVERYDAY


MERINGGRIS - Penggunaan kata EVERY DAY (dengan spasi) dan EVERYDAY (tanpa spasi) sekilas memang tampak sama, namun ternyata berbeda.
EVERY DAY artinya SETIAP HARI.
EVERYDAY artinya HARIAN/SEHARI-HARI.
Baik, perhatikan contoh berikut:

I wear jeans EVERY DAY.
Saya memakai jeans SETIAP HARI

Jeans and t-shirt are my EVERYDAY outfit.
Jeans dan kaos adalah setelan saya SEHARI-HARI.


I always meet my students EVERY DAY.
Saya selalu bertemu para siswa SETIAP HARI.

My EVERYDAY job is teaching.
Pekerjaan SEHARI-HARI saya adalah guru.

You are my EVERYDAY mood booster. Ea....



Monday, 6 February 2017

Penggunaan ME TOO dan ME NEITHER

Ungkapan ME TOO artinya "SAYA JUGA", sementara ME NEITHER artinya "SAYA JUGA NGGAK".
Contoh penggunaan ME TOO misalnya: 

A: I like her.
X: ME TOO

A: Aku suka dia.
X: Aku juga.

D: I want cakue.
Z: ME TOO.

Contoh penggunaan ME NEITHER misalnya:

A: I don't like him.
G: ME NEITHER.

A: Aku gak suka dia.
G: Sama, aku juga nggak.

W: I can't speak French. 
Q: ME NEITHER.





Sunday, 5 February 2017

Mengungkapkan Kepunyaan Dalam Bahasa Inggris



MERINGGRIS - Kata-kata untuk mengungkapkan kepunyaan disebut juga Possessive Pronoun dalam grammar Bahasa Inggris. Contoh penggunaannya adalah sbb:
This book is MINE.
Buku ini PUNYAKU.

I am YOURS.
Aku MILIKMU.

Our class is red. THEIRS is blue.
Kelas kami warna merah. PUNYA MEREKA warna biru.



Semoga bermanfaat.

Monday, 23 January 2017

Pentingkah Grammar Dalam Belajar Bahasa Inggris?


MERINGGRIS - Menyambung tulisan sebelumnya tentang hubungan antara mobil dan bahasa Inggris, kali ini saya akan coba membahas tentang grammar alias tata bahasa. Dalam tulisan tersebut, memang grammar tidak belum diperhitungkan sebagai komponen penting dalam konsep belajar bahasa Inggris. Lalu apakah memang sebegitu tidak pentingnya grammar itu?

Pertanyaan tadi sangat berpotensi menggiring ke dalam perdebatan, dan jawabannya pun sangat bergantung.

Dalam pemahaman saya, Ya,
grammar menjadi tidak begitu penting ketika seseorang berada dalam tahap pelajar pemula.
Dalam artian lain, grammar tidak perlu dipelajari terlalu mendalam, cukup aturan-aturan tata bahasa sederhananya saja sebagai fungsi yang praktis. Nah, sampai di sini harus dipahami dulu, batasan konteks mengapa grammar menjadi tidak penting.
Grammar merupakan kumpulan kesepakatan/aturan berbahasa.
Layaknya perundang-udangan dalam bernegara. Maka belajar grammar ibarat seorang warga negara belajar hukum tata negara. Materi tentang grammar ini boleh dibilang cukup sulit bagi seorang pemula yang sedang mempelajari bahasa Inggris, apalagi jika bahasa yang dipelajari termasuk bahasa asing, bukan bahasa kedua.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh para pemula yang sedang belajar bahasa Inggris terhadap grammar ini?

Saran saya, abaikan dulu(1) sebagian besar grammar.

Fokus saja pada memperkaya stok kosakata serta ungkapandan praktik. Bisa dimulai dengan beragam hal yang menurut kita kerap dijumpai atau digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu jenis kata kerja (verb), kata benda (noun) maupun kata sifat (adjective) dan lain-lain. Nah, sembari praktik inilah, aturan berbahasa bisa dipelajari sedikit demi sedikit.


Bahasa itu alat, bisa diperlakukan sebagai sebuah pengetahuan dan keterampilan. Pengetahuan artinya berada di ranah teori, sementara keterampilan ada di ranah praktik. Sejatinya saling mendukung satu sama lain dan tidak jarang juga saling bertolak belakang.

Bertolak belakang misalnya, menurut grammar yang benar itu "She doesn't care" tetapi dalam praktiknya ada juga orang Inggrisnya yang bilang "She don't care". Ya begitulah bahasa. Sama seperti yang sering saya temui sehari-hari saat berkendara di jalan, rambu P disilang itu artinya dilarang parkir, tapi pada praktiknya ada juga yang parkir.

Pada dasarnya grammar berada dalam ranah pengetahuan. Mengaplikasikan pengetahuan tentang grammar adalah keterampilan. Maka memang perlu dijelaskan kembali tujuan kita belajar bahasa Inggris itu untuk apa. Jika untuk menambah pengetahuan, ya pelajari saja grammar sampai ke akar-akarnya. Hingga bisa hafal sekian rumus tata bahasa Inggris yang baik dan benar.

Sementara jika ingin terampil berkomunikasi langsung (berbicara/menulis) dalam bahasa Inggris, ya fokus lah untuk melatih keterampilan tersebut. Asah selalu. Praktik. Berlatih. Latihan. Latihan. Latihan.

Kerap ditemukan, banyak pembelajar dan beberapa siswa saya, yang mampu menjawab soal-soal tertulis bahasa Inggris dengan cemerlang, namun ketika disuruh untuk berbicara tidak/kurang bisa.

Tidak perlu heran, karena memang selama ini pembelajar tersebut, sadar/tidak, telah memposisikan bahasa Inggris hanya sekedar sebuah pengetahuan. Hanya kumpulan materi teoritis yang harus dihafal untuk nanti dijawab jika ada tes tertulis/lisan. Salahkah? Tentu tidak, hal tersebut kembali ke tujuan seseorang belajar bahasa Inggris. Jika memang dari awal seseorang belajar untuk dapat lulus ujian, hal tersebut benar karena telah tercapai tujuannya.
Yang salah itu obsesi guru dipaksakan kepada siswa. Padahal apa yang diinginkan guru, belum tentu satu visi dengan siswa.
Di lain waktu, saya pernah menemukan orang yang begitu lincahnya berbicara dalam Bahasa Inggris, tetapi lemah dalam penguasaan grammar-nya.
Disini harus ada kesadaran bahwa dalam belajar Bahasa Inggris, siswa harus bisa memahami materinya. Bukan sekedar untuk hafalan, tetapi juga untuk diaplikasikan.
Idealnya memang, dalam bidang apapun, seseorang memiliki pengetahuan yang mumpuni akan hal tersebut dan terampil menggunakannya.

Sebagai penutup saya ingin menegaskan bahwa, dalam hal belajar bahasa Inggris tahap dasar, bagi saya grammar menjadi tidak begitu penting. Perkaya saja dulu kosakata dan ungkapan yang benar-benar kita rasa perlukan, lalu praktikan (Baca : Konsep Dasar Belajar Bahasa Inggris). Karena bagi saya, pada tahap dasar, berbahasa adalah tentang berkomunikasi, menyampaikan maksud. "You understand, I understand" itu sudah cukup. Wallahu'alam.

* Insyallah di tulisan berikutnya, akan saya coba bahas grammar yang cocok untuk dipelajari oleh pembelajar bahasa Inggris pemula.

---
(1) Memberikan ruang sementara untuk fokus kepada satu hal. Jika sudah, perhatikan kembali.

Sunday, 8 January 2017

Konsep Sederhana Belajar Bahasa Inggris/Asing


MERINGGRIS - Oke, jadi begini, harus dipahami dan disepakati dulu bahwa dalam tulisan ini 
tujuan belajar bahasa asing itu agar mampu berkomunikasi
Sesederhana itu. Kalau sudah paham dan sepakat, mari lanjutkan membacanya. Kalau tidak, silahkan tutup laman ini.

Jadi, antara orang Inggris yang belajar Bahasa Inggris dengan orang asing (bukan orang Inggris) yang belajar bahasa Inggris, tentu memiliki tujuan berbeda dalam mempelajari bahasa tersebut. Iya gak?

Apa sih tujuan orang belajar?

Sebagian orang belajar untuk bisa. Sebagian lagi belajar untuk mahir. See? It's totally different. Perhatikan alur di bawah. Ada dua kondisi, satu seseorang berada di titik awal (belum bisa), satunya lagi di titik (sudah bisa). Inilah tahapan kita mempelajari sesuatu.

(belum bisa) --------> Belajar   --------> Bisa

(sudah bisa) --------> Belajar   --------> Mahir

Kita pun begitu bukan? Hingga tingkat menengah atas masih belajar Bahasa Indonesia, bahkan ada jurusan khusus di perkuliahan. Tujuannya untuk apa? Tentu bukan lagi sekedar agar kita bisa berbahasa Indonesia (karena kita memang sudah bisa), tetapi agar mahir berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Agar bisa membedakan "di-" sebagai imbuhan atau kata depan, agar tahu bahwa kata yang benar itu "semangat" bukan "cemungut" apalagi "c3muNguut", Eaaa! Hehehe... 


Belajar bahasa itu ibarat nyetir mobil.

Naaah, kembali ke laptop. Mengapa analoginya mobil dan bahan bakar? Kira-kira seperti ini:
  1. Mobil itu alat; bisa diumpamakan sebagai BAHASA yang ingin/sedang dipelajari.
  2. Bahan bakar itu pendukung; bisa diumpamakan sebagai KOSAKATA
  3. Setelah itu ada pengemudi yang diibaratkan sebagai kita si PEMBELAJAR, yang sedang belajar  mengemudi.
Dan, mengemudi ibaratnya BERKOMUNIKASI.

Jadi, dalam belajar bahasa asing bisa diibaratkan seperti sedang (belajar) mengendarai mobil. Harus ada mobilnya, bahan bakarnya, juga pengemudinya.

MOBIL itu ibarat BAHASA. Mobil ada banyak jenis/merek, ada BMW, Lambo, Honda, dll. Bahasa pun begitu, ada Inggris, Arab, Indonesia, Jepang, Rusia, dll. Silahkan memilih mau mengendarai (berkomunikasi) dengan yang mana.

Sesudah menentukan pilihan, selanjutnya adalah bagaimana untuk membuat mobil tersebut bisa berjalan, tentu saja salah satunya harus ada bahan bakar.

BAHAN BAKAR dalam konteks belajar bahasa di sini adalah KOSAKATA. Kapasitas bahan bakar yang dimiliki akan mempengaruhi seberapa jauh kendaraan akan melaju. 1 liter paling hanya beberapa kilo, 10 liter bisa puluhan kilo, bisa dibayangkan kan kalo punya bahan bakar banyak? 100 liter, 200, 500, dst.... Kosakata pun sama, jika perbendaharaannya sedikit maka kemampuan BERKOMUNIKASI kita pun potensinya jadi terbatas, kalau banyak tentu potensinya lebih lagi. Sesederhana itu.

Maka, mau tidak mau, jika ingin mampu fasih/lancar dalam berbahasa Inggris/asing, perkaya stok kosakata kita.

Terakhir adalah PENGEMUDI. Dia diibaratkan kita sebagai si PEMBELAJAR. Dialah yang menentukan hasil akhirnya, apakah mobilnya akan bergerak atau tidak, apakah mau atau tidak untuk mengendarai mobil tersebut. Apakah mau atau tidak kita untuk berbicara dalam bahasa asing tersebut.

Sumber daya yang dimiliki seperti mobil dan bahan bakar, semuanya akan menjadi percuma ketika si pengemudi memutuskan untuk tidak berangkat kemana-mana. Sebagus apapun mobilnya, sebanyak apapun bahan bakarnya, jika si pengemudi tidak pernah mau mengendarai mobil tersebut, he’s going nowhere. Sebaliknya, meskipun memiliki bahan bakar yang minim, jika si pengemudi mau mengendarainya tentu akan mampu jalan, meskipun hanya 1 meter.

Dalam berbahasa pun sama, sebanyak apapun pengetahuan tentang bahasa, sebanyak apapun perbendaharaan kata, jika kita tidak (pernah) mau berbicara/praktik, ya tidak akan pernah maju-maju. Tidak akan pernah bisa. Tidak akan pernah lancar.

Progress is progress, no matter how small.

Jadi, buat kalian yang sedang belajar bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Mari selalu semangat dan memiliki kemauan untuk bisa serta mempraktikannya setiap saat, sesering mungkin. Agar keinginan untuk mampu berkomunikasi mengunakan bahasa Inggris bisa terwujud. Aamiin.

Lalu dimana posisi grammar (tata bahasa) dalam konsep ini? Mengapa tidak ada? Apakah tata bahasa tidak penting dalam proses belajar Bahasa Inggris?

Sudah kuduga... :) Baiklah nanti saya akan jelaskan di postingan berikutnya. Semoga bermanfaat. Wallahu'alam.

Apa Bahasa Inggrisnya?


Notification
Bingung ngerjain tugas? PR? Pengen konsultasi tapi gak tau harus ke siapa? Tenang... Kita bantuin kamu! Cuma 20rb/30 menit klik di sini!
Done